<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Kurikulum on Kurikulum Merdeka</title><link>https://kurikulum-merdeka.com/categories/kurikulum/</link><description>Recent content in Kurikulum on Kurikulum Merdeka</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Thu, 18 Sep 2025 15:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kurikulum-merdeka.com/categories/kurikulum/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Membangun Komunitas Belajar di Sekolah: Oksigen untuk Implementasi Kurikulum Merdeka</title><link>https://kurikulum-merdeka.com/posts/membangun-komunitas-belajar-di-sekolah-oksigen-untuk-implementasi-kurikulum-merdeka/</link><pubDate>Thu, 18 Sep 2025 15:30:00 +0700</pubDate><guid>https://kurikulum-merdeka.com/posts/membangun-komunitas-belajar-di-sekolah-oksigen-untuk-implementasi-kurikulum-merdeka/</guid><description>&lt;p&gt;&lt;a href="https://kurikulum-merdeka.com/"&gt;Kurikulum Merdeka&lt;/a&gt; telah tiba bukan sebagai setumpuk dokumen administrasi baru, melainkan sebagai sebuah filosofi sebuah panggilan untuk mengubah cara kita memandang pendidikan. Perubahan ini fundamental, dari pengajaran yang kaku menjadi pembelajaran yang memerdekakan. Namun, perubahan sebesar ini tidak bisa dipikul sendirian oleh guru di ruang kelas masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Guru, kepala sekolah, dan seluruh ekosistem pendidikan memerlukan sebuah &amp;ldquo;ruang aman&amp;rdquo; untuk bertumbuh, bereksperimen, dan saling menguatkan. Ruang inilah yang kita kenal sebagai Komunitas Belajar (Learning Community). Ini bukan sekadar program tambahan, melainkan oksigen yang menghidupi semangat Kurikulum Merdeka di sekolah.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>